Jantung sangat rentan untuk mengalami sejumlah jenis penyakit berbahaya. Apa saja ciri dan gejala penyakit jantung? Pengobatan penyakit jantung? Pencegahan penyakit jantung? Simak dibawah ini.

Ciri dan Gejala Penyakit Jantung

Sama seperti penyebab penyakit jantung, ciri-ciri penyakit jantung juga ada bermacam-macam sesuai dengan jenis penyakit yang dialami organ tersebut.

Berikut adalah ciri dan gejala penyakit jantung yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

Baca juga: Kaki Gajah: Jenis, Penyebab, gejala, Pengobatan dan Pencegahan

1. Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Penyakit jantung koroner adalah jenis penyakit jantung yang paling umum sehingga Anda harus benar-benar waspada terhadap penyakit ini.

Ciri-ciri penyakit jantung koroner umumnya sebagai berikut:

  • Nyeri dada sebelah kiri seperti tertekan (angina)
  • Nyeri dada sebelah kiri seperti tertekan (angina)
  • Nyeri dada sebelah kiri seperti tertekan (angina)
  • Mual
  • Sesak napas
  • Perut terasa kembung

2. Patent Ductus Arteriosus (PDA)

Ciri atau gejala penyakit jantung PDA bervariasi, tergantung dari seberapa besar bukaan ductus arteriosus pada bayi.

Saat baru lahir (khususnya lahir secara prematur), bayi kemungkinan mengalami PDA apabila menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Napas pendek
  • Sesak napas
  • Jantung berdetak lebih cepat

Walaupun hampir tidak pernah terjadi, PDA bisa tidak menimbulkan gejala bahkan hingga anak telah tumbuh dewasa. Anda patut curiga apabila setelah anak bertumbuh besar, ia mengalami sejumlah hal berikut ini:

  • Nafsu makan rendah
  • Mudah berkeringat saat makan atau menangis
  • Mudah lelah
  • Pertumbuhan lambat
  • Berat badan stagnan

3. Gangguan Irama Jantung (Aritmia)

Sementara itu, gangguan irama jantung atau aritmia ditandai oleh ciri-ciri berikut:

  • Detak jantung tak beraturan (kadang cepat kadang lambat)
  • Nyeri dada sebelah kiri
  • Sakit kepala
  • Kepala terasa pusing
  • Denyut nadi lemah
  • Hilang kesadaran

4. Gangguan Otot Jantung (Kardiomiopati)

Akibat kardiomiopati atau kondisi ketika jantung menebal, membesar, keras, dan lemah, seseorang akan mengalami sejumlah gejala seperti:

  • Tubuh terasa lelah
  • Perut kembung
  • Pembengkakan pada kaki
  • Sesak napas
  • Peningkatan denyut nadi

5. Gangguan Katup Jantung

Penderita penyakit gangguan katup jantung baik karena adanya kebocoran (regurgitasi), penyempitan (stenosis), dan prolaps, akan merasakan sejumlah gejala khas penyakit jantung yang satu ini yaitu:

  • Nyeri dada sebelah kiri
  • Sesak napas
  • Tubuh terasa lelah
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Hilang kesadaran

6. Infeksi Jantung

Penyakit infeksi jantung ada 3 (tiga) macam, yaitu miokarditis, endokarditis, dan perikarditis. Ketiga macam infeksi jantung tersebut ditandai oleh ciri-ciri berikut ini:

  • Nyeri dada sebelah kiri
  • Batuk
  • Demam
  • Keringat dingin
  • Muncul ruam pada kulit

Ciri-ciri penyakit jantung di atas adalah ciri-ciri umum. Mungkin masih ada gejala lainnya yang muncul ketika Anda mengalami salah satu dari jenis penyakit di atas.

Segera periksakan diri ke dokter apabila merasakan satu atau beberapa gejala tersebut guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Asam Lambung Disebabkan Kurang Gerak

Pengobatan Penyakit Jantung

Cara mengobati penyakit jantung ada berbagai macam dan lagi-lagi, disesuaikan dengan jenis penyakit jantung yang diderita. Pun, seberapa parah penyakit jantung tersebut.

Berikut ini adalah contoh metode pengobatan penyakit jantung.

1. Obat-Obatan

Pemberian obat-obatan mutlak dilakukan guna menunjang proses pengobatan penyakit jantung. Umumnya, obat-obatan yang diberikan meliputi:

  • Antagonis kalsium, berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah
  • Antiplatelet, berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah
  • Antikoagulan, sama seperti antiplatelet yakni berfungsi mencegah penggumpalan darah
  • Angiotensin II blockerberfungsi sebagai penghambat (blocker) produksi angiotensin sehingga tekanan darah akan menurun
  • ACE Inhibitor, sama seperti angiotensin II yakni berfungsi menurunkan tekanan darah dengan cara menghambat produksi angiotensin
  • Beta-blocker, berfungsi untuk menormalisasi detak jantung yang terlalu cepat akibat efek adrenal
  • Obat kolesterol, berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) dan sebaliknya, meningkatkan kadar kolesterol ‘baik’ (HDL)

2. Operasi

Pada kasus yang lebih parah, tindakan operasi mungkin akan ditempuh guna mengobati penyakit jantung yang diderita pasien.

Contoh operasi jantung yakni bypass jantung. Operasi bypass jantung dilakukan dengan cara mencangkok pembuluh darah lain di sekitar jantung. Dengan begitu, nantinya aliran darah akan dialihkan menuju pembuluh darah tersebut.

Selain bypass jantung, ada juga operasi bedah dengan memasang alat bernama stent yang tujuannya untuk kembali melancarkan aliran darah. Operasi ini lazimnya dilakukan apabila pembuluh arteri sudah hampir tertutup seutuhnya.

3. Perubahan Gaya Hidup

Dokter juga akan meminta pasien untuk mengubah gaya hidupnya sebagai cara mengobati penyakit jantung yang diderita.

Pasien disarankan untuk menerapkan sejumlah hal berikut ini:

  • Olahraga rutin
  • Menghindari makanan berlemak, mengandung banyak garam atau gula, dan makanan ‘jahat’ lainnya
  • Mengonsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayuran
  • Menghentikan kebiasaan merokok maupun minuman beralkohol
  • Mengelola stres dengan baik

Baca juga: Pengobatan dan Pencegahan Gendang Telinga Pecah

Pencegahan Penyakit Jantung

Sebagai salah satu jenis penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia, penyakit jantung tentu saja tidak bisa disepelekan begitu saja.

Berikut ini adalah cara mencegah penyakit jantung yang perlu Anda pahami dan terapkan:

  • Rajin berolahraga
  • Banyak mengonsumsi makanan bergizi
  • Menghindari (atau setidaknya membatasi) konsumsi makanan berlemak dan kolesterol
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Rutin melakukan medical check-up, khususnya untuk memantau tekanan darah (tekanan darah normal 120/80 mmHg), kadar kolesterol (kadar kolesterol normal di bawah 130 mg/dL), dan kadar gula darah (kadar gula darah normal di bawah 140 mg/dL beberapa jam setelah makan)
  • Kelola stres dengan baik

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - RS Delima Asih support by PT. PMI

Telepon Kami       (0267) 403 073