Pada waktu sbelumnya ada seorang bocah di Blitar, Jawa Timur meninggal setelah tersedak makan sempol. Teknik Heimlich penting diketahui untuk pertolongan pertama pada korban tersedak.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Pemkab Blitar, dr Christine Indrawaty mengatakan, teknik pertolongan pertama Heimlich ini bisa dilakukan dalam durasi maksimal enam menit setelah korban tersedak.

“Jadi ada dua metode pertolongan pertama bagi korban tersedak. Pertama, tepuk punggung korban agak kuat berulang-ulang. Tapi jangan terlalu keras. Sampai makanan yang nyangkut di tenggorokan keluar lewat mulut. Kalau cara pertama belum berhasil, gunakan teknik Hiemlich. Teknik ini bisa digunakan dalam rentang waktu maksimal enam menit setelah korban tersedak,” kata dr Christine.

Baca juga: Mata Bintitan ? Tidak Usah Pakai Obat

Teknik Heimlich ini, posisi penolong dan korban sama-sama berdiri. Penolong di belakang korban dengan telapak kaki mepet di bagian tumit kaki korban. Tujuannya, untuk menyangga jika korban jatuh ke belakang.

Lalu, penolong memeluk korban dari belakang. Atau lingkarkan kedua tangan penolong dari belakang, tepat di bagian bawah diafragma. Atau bagian ulu hati. Kepalkan satu bagian telapak tangan, sementara bagian lainnya mengatupkan di depan telapak yang terkepal.

“Lalu tekan kuat bagian itu dari belakang berulang-ulang. Kuatnya tekanan menyesuaikan kondisi tubuh korban ya. Jangan sampai terlalu keras. Tujuan teknik ini, agar makanan yang tersangkut di tenggorokan keluar,” bebernya.

Kondisi tersedak, terang dr Christine, terjadi saat makan dengan terburu-buru. Atau menelan makanan sambil menarik napas . Bagian makanan, tersangkut di saluran titik temu antara kerongkongan sebagai jalur makanan menuju lambung dan tenggorokan sebagai jalur oksigen menuju paru-paru . Di titik temu ini ada katup yang tidak mungkin tertukar sebetulnya.

Pada saat tersedak, makanan nyangkut di titik temu ini. Sehingga udara yang seharusnya masuk ke paru-paru terhambat. Jika makanan yang nyangkut cukup besar, memang sulit untuk mengeluarkan.

Baca juga: Tips Membedakan Obat Asli Atau Palsu

“Jika kejadian ini berlangsung empat sampai enam menit, aliran suplai oksigen ke otak akan berkurang atau malah nol. Sehingga menyebabkan pembengkakan otak yang menimbulkan perdarahan. Darah bisa mengalir melalui telinga atau mulut korban,” ungkap Christine.

Namun, jika cara Heimlich tidak berhasil dan korban tak sadarkan diri, harus secepatnya mendapatkan penanganan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

“Kalau RJP tidak semua orang bisa melakukannya. Butuh pelatihan khusus,” pungkasnya.

Source: health.detik.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - RS Delima Asih support by PT. PMI

Telepon Kami       (0267) 403 073