Apa Itu Abrasi Gigi?

Abrasi gigi adalah hilangnya lapisan (enamel) s gigi akibat dari gesekan pada gigi yang berlebihan atau terus-menerus. Abrasi paling sering ditemukan pada bagian gigi yang paling dekat dengan pipi Anda, atau yang disebut juga dengan buccal side.

Bentuk kerusakan akibat abrasi biasanya berbentuk rata. Sedangkan apabila bentuknya seperti huruf “V”, kemungkinan kerusakan ini disebut dengan abrafraksi. Abrafraksi merupakan hilangnya struktur didi di tempat gigi dan gusi Bersatu.

Baca juga: 8 Faktor Risiko yang Tingkatkan Terjadinya Batu Empedu

Penyebab Abrasi Gigi

Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab abrasi gigi, berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Cara Menyikat Gigi yang Salah

Penyebab abrasi gigi yang pertama adalah cara menyikat gigi yang salah.

Menyikat gigi terlalu keras dengan arah horizontal (kedepan dan kebelakang) secara terus menerus dapat menyebabkan abrasi gigi. Menyikat gigi yang paling baik adalah dengan arah vertikal (keatas dan kebawah) atau berputar.

2. Penggunaan Pasta Gigi yang Keras

Penggunaan pasta gigi yang keras juga dapat menjadi penyebab abrasi gigi.

Pasta gigi mengandung bahan tertentu yang juga dapat membuat gigi terkikis. Bagian gigi yang paling banyak terkena abrasi adalah bagian akar gigi. Penelitian menunjukkan bahwa 50% abrasi pasta gigi terjadi dalam 20 detik pertama menyikat gigi.

3. Penggunaan Kawat Gigi

Penggunaan kawat gigi juga dapat berpotensi menjadi penyebab abrasi gigi.

Kawat gigi dapat menekan gigi akan menimbulkan gesekan secara terus menerus, terutama pada saat mengunyah makanan, sehingga dapat abrasi gigi dapat terjadi.

Selain kawat gigi, penggunaan mahkota gigi juga dapat menyebabkan gesekan yang dapat menyebabkan abrasi.

4. Tindik dalam Mulut

Melakukan tindik di sekitar mulut di mana aksesoris dapat bergesekan dengan gigi juga dapat menjadi penyebab abrasi gigi. Gesekan yang berulang antara gigi dan aksesoris tersebut menyebabkan gigi terkikis dan mengalami abrasi.

5. Kebiasan Menggigit Benda Keras

Penyebab abrasi gigi lainnya adalah kebiaasaan menggigit benda keras. Kondisi ini meliputi konsumsi makanan keras terlalu sering atau kebiasaan benda keras seperti pensil, kuku, atau benda lainnya.

6. Bruxism

Bruxism (teeth grinding) merupakan kebiasaan mengasah gigi atas dengan gigi bawah, yang biasa disebut dengan “kerot”.

Biasanya bruxism dilakukan secara tidak sadar saat tidur. Penyebab bruxism belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa stres salah satu penyebabnya. Bruxism merupakan kebiasaan yang dilakukan dalam waktu yang lama, sehingga juga dapat menyebabkan abrasi gigi.

7. Gigi Terkikis Asam

Penyebab abrasi yang terakhir adalah paparan asam yang dapat mengikis gigi, ini termasuk ke dalam penyebab yang paling umum. Asam yang dimaksud dapat berasal dari makanan yang mengandung asam yang tinggi atau dapat juga disebabkan karena asam lambung yang naik pada penyakit GERD.

Baca juga: Manfaat, Dosis dan Efek Samping Obat Promag

Gejala Abrasi Gigi

Gejala abrasi gigi meliputi:

  • Gigi sensitif (sakit ketika menyikat gigi dan makan yang panas, dingin, asam, atau manis)
  • Gigi lebih rentan terhadap infeksi
  • Perubahan bentuk gigi (terdapat bagian gigi yang tampak terkikis)

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - RS Delima Asih support by PT. PMI

Telepon Kami       (0267) 403 073