7 Tanda Jika Seseorang Mengidap Gangguan Tiroid

Gangguan tiroid dapat terjadi pada siapa saja, tapi lebih sering terjadi pada wanita. Satu dari delapan wanita dilaporkan mengalami penyakit di kelenjar tiroid. Berikut adalah 7 Tanda Jika Seseorang Mengidap Gangguan Tiroid:

1. Siklus haid tidak teratur

Tiroid memengaruhi aktivitas hormon lainnya dalam tubuh, termasuk hormon reproduktif. Ini dapat mengakibatkan haid tidak teratur, begitu juga dengan darah haid yang terlalu banyak atau sedikit. Pada beberapa kasus, bahkan haid bisa berhenti dan atau bermasalah dengan infertilitas.

2. Berat badan berubah secara drastis

Waspadai penurunan atau kenaikan berat badan secara signifikan. Menurut Anne Cappola, MD, profesor kedokteran divisi endokrinologi, diabetes, dan metabolisme di Perelman School of Medicine, Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, metabolisme adalah efek dari hormon tiroid yang paling banyak dikenal. “Terlalu banyak hormon dapat membuat kerja (metabolisme) lebih cepat sehingga berat badan turun,” jelas Anne kepada Prevention.

Tiroid yang terlalu aktif bisa menjadikan tubuh mengalami katabolisme, yang dapat membuat seseorang kehilangan otot. “Ada miskonsepsi bahwa kondisi tersebut baik untuk penurunan berat badan, tapi sebetulnya lemak tidak hilang,” kata Anne. Hal serupa juga bisa terjadi jika homon tiroid kurang aktif, menjadikan metabolisme melambat, sehingga berat badan bisa naik karena kebutuhan tubuh akan energi berkurang. Kurangnya kadar tiroid memberikan sinyal tubuh untuk mempertahankan kalori.

3. Rambut rontok

Studi di jurnal “Australasian Journal of Dermatology” menunjukkan bahwa alopecia areata, yaitu kebotakan hanya pada di titik-titik tertentu di kepala, berkaitan dengan gangguan tiroid. Dari 78 partisipan studi, 24 persen mengalami fungsi tiroid abnormal, yang secara signifikan lebih tinggi dibanding tingkat disfungsi tiroid pada populasi general.

“Perubahan pada status hormon tiroid dapat berdampak pada folikel rambut, memengaruhi pertumbuhan rambut,” kata Anne. Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid dapat membuat folikel rambut lemah sehingga mengakibatkan kerontokan rambut. Namun, kondisi ini sifatnya sementara. Rambut akan tumbuh lagi setelah kadar tiroid kembali normal.

4. Merasa sedih atau cemas

Hormon tiroid yang kurang aktif bisa tumpang tinding dengan depresi. Mengingat hormon tiroid yang terlalu sedikit bisa memperlambat sistem tubuh, ini dapat menampakkan gejala depresi.

Menurut studi dari “BMC Psychiatry”, autoimunitas tiroid berkaitan dengan kecemasan atau gangguan mood. Meski tak jelas penyebabnya, tapi banyak studi yang mengatakan bahwa hormon tiroid dapat memengaruhi kadar serotonin—kimia otak yang memberikan rasa senang. Di sisi lain, tiroid yang overaktif dan sistem yang terlalu “antusias” dapat menyebabkan gejala kecemasan.

5. Perubahan gerakan usus

Jika Anda jarang atau justru bolak-balik ke toilet, bisa jadi penyebabnya adalah kurang makan sayur atau keracunan makanan. Meski Anda tak secara otomatis mengaitkan masalah saluran cerna dengan tiroid, hormon tersebut juga dapat berperan. Baik memperlambat maupun mempercepat kerja saluran pencernaan Anda.

“Hormon tiroid yang terlalu sedikit bisa mengakibatkan konstipasi, sedangkan terlalu banyak hormon tiroid bisa bikin diare,” ungkap Deena Adimoolam, MD, asisten profesor di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, AS.

6. Jantung berdebar

Jantung juga memiliki reseptor tiroid. Hormon tiroid yang terlalu aktif dapat meningkatkan sistem tubuh, termasuk jantung. Saat level hormon tiroid terlalu banyak, ini berdampak pada jantung dan seseorang mungkin mengalami gejala seperti jantung berdebar atau peningkatan detak jantung. Selain itu, Anda mungkin juga sering merasa gelisah.

7. Kelelahan teramat sangat

Semua orang bisa merasa lelah. Namun, ketika tiroid mengalami malfungsi dan memompa terlalu sedikit hormon, Anda akan merasa seperti selalu membutuhkan tidur siang. Ini terjadi karena hormon tiroid memengaruhi keseimbangan energi di seluruh tubuh.

Sebuah studi tahun 2012 yang dipublikasikan di “European Journal of Endocrinology” menemukan, individu dengan hipotiroidisme akan mengalami tingkat kelelahan fisik dan mental lebih tinggi, tingkat motivasi lebih rendah, serta berkurangnya aktivitas.

source: klikdokter.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - RS Delima Asih support by PT. PMI

Telepon Kami       (0267) 403 073